Love Ghost (Oneshoot)

AUTHOR              : LEE MIN YOUNG

GENRE               : ROMANCE SAD

CAST                   :  Jia Meng Jia, Kai

CAMEO                : Nana, Jooyeon, DO as Docter

<p<Aku tahu apa yang terjadi padaku saat aku membuka mata. Semua orang mengerumuniku dan salah satu dari mereka memelukku dengan erat sambil menangis dan setealh itu aku tak ingat apa-apa lagi yang terjadi padaku dan saat aku membuka mata yang kedua kalinya.

Jia bisa merasa lega bisa keluar dari rumah sakit karena dia juga sudah tidak betah disana. Nana dan Jooyeon datang membuat pesta kecilan untuk menyambut kepulangan Jia dari rumah sakit. Jia heran melihat Nana yang sering menyendiri dan seperti ada yang dipikirkan oleh temannya itu. karena penasaran dia menghampiri Nana tapi dia berkelit dan banyak menghindari pertanyaan Jia. Nana masih merasa bersalah dengan kejadian kecelakaan yang dialami Jia. Tapi, Jia tidak pernah mempermasalahkan hal itu tapi, ada sesuatu yang membuatnya masih membuat Nana masih harus mempermasalahkan hal itu.

Jia merasa sedikit pengap berada di kelas. Dia segera keluar menuju atap sekolah. Dia melihat pemandangan sekitarnya dan merasakan udara yang berhebus membuatnya merasa sangat tenang. Ada satu hal yang membuatnya kaget suatu ketika siapa yang dia lihat didepannya….

      “ aku sudah lama mencarimu, aku selalu penasaran denganmu dan akhirnya aku menemukanmu disini” ujar seorang namja

Yang membuat Jia tidak percaya dengan hal yang dia lihat adalah namja itu tidak menginjak tanah dan dia berada di lantai paling atas dan berhadapan dengannya. Jia mengucek-ngucek matanya dan tidak percaya dengan apa yang dia lihat.

      “ kyaaaaaa~” teriak Jia dan dia segera berlari ke kelas.

Jia menyembunyikan wajahnya yang ketakutan Nana dan Jooyeon menghampiri Jia.

     “ ada apa jia?” tanya Nana yang berusaha menenangkan Jia

     “ itu… itu aku melihat namja di atap… ihhh mengerikan”

     “ maksudmu apa Jia? Kami tidak mengerti?” tukas Jooyeon

     “ aku melihat hantu di atap… ihhh mengerikan!” jia menggigil

      “ apa?! Serius kamu jia. Jangan membuat aku takut dong” Jooyeon langsung ikut ketakutan mendengar pengakuan jia.

     “ iyaaaa…”

     “ sudah, sudah. Aku akan melihat keatap dan melihatnya. Apa benar yang dikatakan Jia?”

     “ iya, hati-hati Nana”

           Kai merasa senang dia telah menemukan orang yang dia cari. Selama ini hanya satu keinginannya bertemu dengan yeoja itu. semua ini berawal saat dia melihat yeoja itu menangis saat kepergian Ibunya. Perasaannya mengatakan dia ingin sekali melindungi Yeoja itu. tapi, sekarang dia tidak bisa melakukan apapun menyentuh benda-benda tau sesuatu disekitarnya saja dia tidak bisa. dia tidak tahu kenapa nasibnya harus seperti ini menjadi hantu penasaran.

Nana naik keatas atap melihat keadaan. Dia merasakan mata batinnya. Memang seperti ada hawa makhluk halus di sekitar sini. Nana berkeliling sekitar mencari hantu itu tapi dia tidak menemukannya sepertinya dia sudah pergi dari tempat itu.

Jia merasa ada seseorang yang membangunkannya. Perlahan dia membuka matanya dan dia terkejut saat dia membuka matanya dan siapa yang dia lihat adalah hantu yang kemarin bertemu dengannya diatap Jia berteriak dan menutup dirinya dengan selimut.

     “ hei, kau jangan takut denganku”

     “ pergi! Pergi! Kenapa kau menggangguku?! Pergi!”

     “ aku tidak mengganggumu. Aku hanya ingin bicara denganmu saja. ya baiklah, aku akan pergi!” kai pergi meninggalkan menurutnya saat ini belum tepat bertemu dengan Jia.

        Perlahan Jia membuka selimutnya dan dia melihat keadaan sepertinya hantu itu seperti sudah pergi. Dia melempar selimutnya dan segera berlari keluar kamar.

Jia berharap dia tidak bertemu lagi dengan hantu itu di atap sekolah.

     “ maaf, aku datang lagi!”

Jia memandang kesampingnya dan dia melihat hantu itu. dia berlari menuju pintu. sialnya saat dia lari dia tersandung dan jatuh. Hantu namja itu terus mendekatinya.  Jia berusaha berdiri tapi sepertinya sangat sakit kakinya terkilir. Dia tidak bisa bertahan lagi hingga dia menangis.

Kai makin mendekati Jia dan berusaha menyentuhnya dengan tangannya. Dia ingin membuat Jia berhenti menangis melihatnya karena itu membuat hatinya sedih. Dia sama sekali tidak bisa menyentuh Jia sama sekali.

     “ maaf ya, karena aku membuatmu menangis. Padahal aku tidak pernah bermaksud seperti itu. aku hanya ingin bicara denganmu saja”

Jia perlahan mulai diam dan perlahan memandang ke arah kai. Ternyata hantu namja itu tidak menyakitinya sedikit pun.

       “ syukurlah kau berhenti menangis”

       “ kau adalah hantu teraneh yang pernah aku lihat”

       “ jinjja? Mungkin karna aku tampan”

       “issss, pede sekali kamu ini”

      “ hahahah biarin wekkk”

Tiba-tiba nada SMS ponsel Jia berbunyi. Ternyata Nana SMS mengajaknya pulang.

     “ternyata dari Nana mengajakku pulang, kalau begitu aku pamit dulu sampai jumpa”

     “ ya, sampai jumpa!”

Saat Jia beberapa langkah dari turun tangga

     “ Aku Kai! Kalau aku boleh tahu siapa namamu?” teriak kai

     Jia berbalik “ aku Jia”

    “ baiklah, Jia senang berkenalan denganmu. Apa kita bisa berbicara seperti ini lagi?”

    “ ya tentu saja” Jia tersenyum pada Kai dan pergi.

Jia tidak percaya dia berbicara dengan hantu. apa yang terjadi pada dirinya. Tapi, anehnya dia tidak merasa takut sekali dengan hantu itu sekarang. ada sesuatu perasaan nyaman dia rasakan dekat dengan hantu itu dan dia ingin bertemu lagi dengan Kai besok.

 

            Kai menunggu kedatangan Jia. Betapa senangnya dia saat melihat Jia benar-benar datang dan bertemu dengannya. Jia merasa dirinya sudah tidak waras. Dia benar-benar datang ketempat ini dan bertemu dengan Kai.

      “ wah, kau benar-benar datang Jia!”

       Jia mencoba mencubit dirinya sendiri  “auuuuu… apa semua ini mimpi? Aku bicara dengan hantu?” ucapnya dalam hati.

     “ jia, apa aku boleh tahu tentangmu?”

     “ ah?! Tentang aku!”

     “ iya “ Kai tersenyum

     “ tidak ada yang menarik tentang diriku”

     “ masa? Aku malah merasa kau itu menarik. Makanya waktu pertama aku melihatmu aku selalu ingin bisa kenalan dan berbicara denganmu”

    “ oohh benarkah? padahal aku merasa aku tidak menarik. Eh iya ada sesuatu hal ingin aku tanyakan padamu. Kenapa kau bisa menjadi arwah penasaran? Apa menyebabkan kematianmu?”

     “ aku juga tidak ingat sama sekali tentang hal itu. saat aku tahu aku sudah jadi seperti ini”

     “ hmmm… ternyata begitu kasihan sekali pasti kau sangat menderita gara-gara itu ya?”

   “ tidak juga, sebenarnya walau aku lupa tentang hal itu tapi ada satu hal yang tidak aku lupakan”

   “ apa itu?”

   “ kamu Jia”

   “ ah, aku. Aneh sekali padahal kita belum pernah kenal sebelumnya”

  “ memang kita belum kenal tapi aku selalu melihatmu Jia. Kau saja yang tidak menyadari itu. ada satuhal yang ingin minta” Kai mengulurkan tangannya “ kita salaman sebagai tanda pertemanan kita”

    “ apa aku bisa menyentuhnya?” Jia mencoba menyentuh tangan Kai walau tidak bisa dia merasakan dan hanya angin yang dia rasakan ada satu hal kehangatan dalam salam pertemanannya dengan kai.

           Nana mengunjungi seseorang di rumah sakit. Dia memandangi namja yang sedang koma di ruang rawat dokter. Nana penasaran dengan keadaan namja itu dan bertanya pada dokter.

     “ kasihan, sekali kamu Kai. Kamu harus cepat sadar, karena ada seseorang yang menunggumu”

 

    Jia penasaran dengan sesuatu hal tentang yang berbau hantu. dia bertanya pada Nana tentang hal itu karena Nana orang yang ahli tentang hal itu.

     “ hmmm… Nana, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan?”

     “ apa itu?katakana saja. aku akan dengarkan”

     “ itu, masalah hantu yang aku lihat diatap”

    “ memang kenapa dia mengikutimu?”

     “  tidak, tidak. Aku tidak jadi deh mengatakannya”

     “ oohhh… iya deh”

     “ tunggu, apa ada hantu itu bisa lupa bagaimana cara matinya?”

     “ wah, kenapa kau bertanya seperti itu? biasanya kau tidak tertarik dengan hantu”

      “ sudah jawab saja. aku hanya ingin tahu saja”

      “ ooh, ada sih. Tapi biasanya yang seperti itu dia tidak meninggal”

      “ maksudmu Nana? jelaskan lebih rinci dong aku masih belum paham”

      “ begini Jia. Hantu itu ada terbagi dua ada arwah penasaran karena dia meninggal tidak wajar karena ada satuhal yang dia belum bisa , ada arwahnya hanya berkeliaran saja padahal jasadnya masih hidup yang lebih kita sebut dia itu mengalami koma. Perbedaan antara dua itu adalah yang mengalami koma itu dia kehilangan ingatan tentang apa yang terjadi padanya saat dia”

       “ berarti Kai, masuk yang kedua dan dia masih hidup” ucap jia dalam hatinya “ wah gomawo Nana atas infonya, kamu alnjutkan saja pekerjaanmu”

       “ hahaha.. iya sama-sama”

    Jia berlari menuju atap sekolah bertemu dengan Kai. Seperti biasanya Kai tahu Jia akan datang menemuinya di atap. Saat dia mau menyambut Jia, Kai tiba-tiba merasa dirinya mulai sedikit menghilang tapi itu terjadi sebentar saja dan dia kembali seperti semula.

    “ kenapa Jia?”

    “ Kai, ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu”

    “ sudah duduk tenang dulu”

    “ tidak bisa, ini sangat penting”

    “ baiklah, ada apa?”

    “ kau, masih hidup Kai”

    “ apa?! Tidak mungkin darimana kau tahu. Kau tidak lihat aku seperti ini”

    “ tidak, aku masih hidup. Itu kau tidak ingat kenapa kau mati bukan? Aku sudah mendapat jawabannya karena kau masih hidup makanya kau tidak tahu jawaban kenapa kau mati atau bagaimana kau mati”

     “ benarkah? hahaha… gomawo Jia. Kau sudah memberiku jawaban itu. ada satuhal juga yang ingin aku katakan padamu sepertinya sebentar lagi aku akan menghilang”

     “hah!? Kenapa kau masih santai seperti ini? kita bisa mencari jasadmu Kai”

     “ mungkin tidak ada waktu lagi, jia meski aku menghilang” kai mendekati Jia dan memandang mata Jia dengan penuh kehangatan “ jangan pernah melupakan aku ya!”

     Jia kaget mendengar pengakuan Kai tia-tiba jantungnya berdetak sangat kencang, hal itu membuat hatinya takut kehilangan Kai selamanya “ ya, tentu saja aku tidak akan melupakan bertemu hantu sepertimu”

     Angin berhembus begitu kencang Jia mulai merasakan dingin.

    “ kai, apa kamu tidak merasakan dingin disini?”

    “ ah, tidak sama sekali. aku merasakan kehangatan disini. Karena aku belum pernah merasakan hal ini sebelumnya”

      “ Ayo gandengan denganku kai!”

      “ kenapa tiba-tiba mau gandengan tangan denganku?”

       “ sudah jangan banyak tanya. aku hanya memastikan sesuatu saja”

        “ baiklah” kai menggandeng tangan Jia

Saat tangan Jia menyatu dengan Kai ada sesuatu hal yang membuat Jia sadar, dia menyukai Kai dan tidak mau kehilangan Kai. Walau hal itu terjadi memang semua ini konyol tapi itu lah yang dia rasakan pada Kai. dia tidak bisa membohongi dirinya lagi.

Kai merasa sangat senang. Semua keinginannya sudah terkabul yaitu bisa bersama dengan Jia. Dia sadar tidak akan lama lagi dia akan menghilang selamanya sampai waktu itu tiba dia akan memanfaatkan waktunya dengan Jia sebaik mungkin.

Hujan turun begitu sangat deras. Jia ingin pergi ke atap lagi bertemu dengan Kai. Dia mengambil payung dan segera berjalan keatap.

        Betapa kagetnya jia melihat kai makin menipis “ kai, kenapa kau menipis?”

        Kai melihat dirinya “ ehehehhe… mungkin ini saatnya aku pergi”

         Jia melemper satu barang pada Kai untung saja benda itu tembus dari badannya “ apa-apaan kamu Jia” tanya kai kaget

        “ kau muncul dengan tiba-tiba dan pergi begitu saja. meninggalkan aku dengan perasaan kacau seperti ini. aku suka padamu Kai!” teriak Jia

Kai kaget dengan pengakuan Jia. Dia menunduk dan tersenyum pada Jia.

       “ Jia, kau mau mendengar permohonanku?”

       “ eh…?”

       “ ayo cepat ke pintu masuk! Cepat!”

Jia menuruti permintaan Kai. Dia menutup pintu. dia hanya bisa melihat Kai dari kaca pintu. jia masih bingung apa maksud Kai menyuruhnya seperti itu.

       “ ulurkan tanganmu dikaca” suruh Kai

       Jia menurutinya “ iya”

      “ jia meski kita dihalangi kaca.. rasanya kita bersentuhan, kan?”

      Jia menunduk “ iya kau benar” jia tak bisa menahan air matanya “ tapi Kai, ini terasa begitu dingin…” ucapnya dalam hati.

     “ Jia, ini yang terakhir. Dekatkan mukamu, pejamkan matamu”

Jia menutup matanya dan mendekatkan mukanya ke kaca. Kai melakukan hal yang sama. Saat itu kai memberikan ciuman perpisahan pada Jia. Saat jia membuka matanya Kai sudah hilang dari hadapannya. Jia segera membuka pintu dan mencari Kai. Ternyata Kai sudah pergi. Dia melihata hanya payungnya saja yang tertinggal. kai sudah pergi untuk selamanya.

      Nana mendapat telpon dari rumah sakit. Sesampai di rumah sakit, dia sangat kaget semua dokter dan beberapa perawat menangani Kai. Denyut jantungnya mulai melemah. Nana tidak tahan, dia segera menelpon Jia untuk datang ke rumah sakit.

Jia masih terdiam diatap, dia tidak tahu apa yang bisa dia lakukan sekarang. kai sudah pergi meninggalkannya.

Nana terus berusaha menelpon Jia tapi tidak jawaban sama sekali. Jia mendengar nada ponselnya berbunyi dan dia segera mengangkatnya.

     “ ada apa Nana?”

     “ Jia, bisa kau ke rumah sakit sekarang? cepat!”

     “ Ne, aku akan segera kesana!”

Jia berlari ke rumah sakit. Nana sudah menunggu Jia di luar .

     “ siapa yang sakit? Ceritakan padaku Nana, Jooyeon!”

     “ tidak, kau lihat saja sendiri”

     Jia tidak melihat wajah orang itu dari kaca begitu jelas karena dihalangi oleh dokter dan perawat.

    “ siapa dia Nana?”

    “ dia… dia adalah orang yang menolongmu saat kecelakaan saat itu…”

 

Flash Back

    Nana mengejar anjingnya yang lepas dari pegangannya. Anjing itu lari ketengah jalan. Jia melihat Nana dari kejauhan mengejar anjingnya dengan cepat lari. Kai yang mengikuti Jia dari jauh juga berlari mengejar anjing itu. Anjing itu berhenti pas ditengah jalan penyebrangan. Jia melihat anjing Nana berhenti ditengah jalan dia langsung menangkap anjing itu dan menggendongnya. Jia tidak sadar ada mobil yang laju menuju kearahnya. Saat itu Kai melihat Jia dan segera mendorong Jia hingga kepala Jia terbentur pinggir jalan dengan keras dan memeluk anjing Nana, akibatnya Kai tertabrak mobil. Saat dia setengah masih sadar dan bertahan dia mendekati Jia yang masih tidak sadar dan memeluk Jia.

      “ syukurlah, Kau selamat!” ucap Kai dalam Hati dan dia segera tak sadarkan diri

Nana melihat kejadian itu sangat kaget, dia segera menelpon ambulance dan mereka dibawa ke rumah sakit yang terpisah. END

 

Jia tidak sama sekali mengingat kejadian kecelakaan itu dan dia teringat kembali sekerang. Dia hanya melihat seorang namja waktu itu. dia melihat lagi orang itu. betapa kagetnya dia ternyata itu Kai. Dia tak kuasa menahan air matanya dan menangis. Dia segera masuk keruang dan berusaha menyemangatkan Kai agar bisa bertahan. Perlahan dekat jantung Kai mulai normal kembali. Jia sangat bersyukur Kai akhirnya bisa selamat dari masa kritisnya. Nana heran darimana Jia kenal dengan Kai. Padahal sebelumnya mereka tidak pernah kenal. Walau begitu syulurlah Kai bisa selamat.

2 hari kemudian Kai sadar, semua alat yang tersmabung pada tubuhnya sudah dilepas. Ya, walau alat pernafasannya masih belum bisa dilepas.

    “ Kai, syukurlah kamu sudah sadar”

    Kai heran melihat Jia ada disampingnya. Padahal dia merasa bermimpi bertemu dengan gadis didepannya. Kai mencoba menyentuh tangan Jia dan dia bisa menyentuhnya. Dia sangat senang bisa bertemu dengan yeoja itu. Jia merasa tidak percaya dengan bisa beetemu Kai lagi. Dia menyaka tidak akan pernah lagi bertemu dengan Kai selamanya.

Perlahan-lahan kondisi Kai mulai sedikit pulih. Dia senang bisa berada dengan Jia dan kali ini tidak dalam mimpinya tapi kenyataannya.

     Jia membawa Kai berjalan-jalan sekitar rumah sakit kali ini. dia terus menggenggam tangan Kai. Dia tidak mau lagi melepas genggamannya dari tangan Kai. Mereka berjalan menuju atap rumah sakit sambil memandang sekitarnya. Jia berbaring di bahu Kai.

    “ kai, kau tahu apa yang aku rasakan saat kau menghilang? Aku merasa sangat hampa dan aku kira tidak akan pernah bertemu denganmu selamanya. Aku tidak akan melepaskan tangan ini lagi”

    “ aku juga begitu Jia. Padahal dulu aku hanya bisa melihatmu dari jauh Jia tapi, sekarang aku bisa berada disampingmu. Aku tidak akan pernah melupakan saat seperti ini”

    Jia tertidur dibahu Kai. Betapa hangatnya berada disamping namja ini. kai hanya memandangi Jia yang tertidur dengan tersenyum. Tiba-tiba Kai merasa kepalanya sedikit sakit dan pandangannya buyar. Dia menahannya dan mencoba mencari kesadarannya itu tidak berlangsung lama dia dan kembali seperti semula. Dia tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya.

Nana bertemu lagi dengan dokter menanyakan tentang keadaan Kai. Dia berharap mendapat berita gembira tapi semua tidak sesuai dengan harapannya. Pernyataan dokter membuat kaget. Kai tidak dapat bertahan dalam waktu dekat ini. akibat kecelakaan itu banyak bagian tubuhnya mengelami gangguan dan dokter memprediksi Kai tidak akan bertahan. Nana pergi ke ruang rawat kai dia melihat Jia dan Kai, mereka sangat bahagia. Nana tidak tega membicarakan hal ini pada mereka tentang kondisi Kai akan ada masalah.

Kai merasa kondisi ada sesuatu yang terjadi pada dirinya. Belakangan ini dia sering sakit kepala dan pandangannya buyar. Dia sengaja diam karena menganggap itu hanya sakit biasa saja. dia segera bertanya kedokter tentang kondisinya. Kai tahu ini akan terjadi walau cepat atau lambat dia mengetahuinya. Berat rasanya dia menerima semua ini tapi dia akan memanfaatkan waktu sebaik mungkin bersama dengan Jia.

Jia heran dengan Kai belakangan ini begitu manja padanya. Kai mengajak Jia keluar dari rumah sakit untuk berjalan-jalan. Jia menuruti keinginan Kai.

Kai tiba duluan di taman, sambil berkaca dia merekam di ponselnya.

    “ hari ini aku berkencan dengan Jia. Ini pertama kalinya dalam hidupku bisa berkencan dengannya. Aku sangat senang. Bagaiman penampilanku? Sangat tampan bukan? Hahaaha… aku sangat senang sekarang. Jia pasti telat datang, mungkin dia berdandan cantik untuk kencan ini. Jia apa kau akan baik-baik saja. kalau aku pergi, aku berharap kau bisa baik-baik saja tanpaku. Aku ingin selalu bisa melihat senyummu walau aku tidak ada. Kau harus selalu tersenyum ya. Aku akan sedih disana apabila melihatmu menangis. Aku cuma minta kau selalu tersenyum seperti ini” Kai emmbuat eksperesi yang sangat buruk berharap nanti Jia akan tersenyum

Jia datang menghampiri Kai, dengan cepat namja itu mematikan ponselnya.

     “ maaf, aku telat. Tadi apa yang kamu lakukan?”

     “ tidak, ada hanya memotret sambil menunggu. Ya sudah kita jalan sekarang” Kai mengenggam tangan Jia  dan menarik Jia pergi

    Mereka bersenang-senang seharian pergi taman hiburan, makan-makan, belanja dan banyak hal lagi yang mereka lakukan sampai malam tiba. Kai membawa Jia ke taman memandang bintang.

     “ menyenangkan sekali, bisa bersamamu seperti ini Jia. Apa mungkin kita bisa seperti ini terus?”

     “ ya tentu saja, setelah kamu keluar dari rumah sakit. Kita bisa pergi bersama-sama lagi dan melakukan hal-hal yang menyenangkan lagi”

     “ hahaha… iya benar juga. ohh.. ada bintang jatuh” tunjuk Kai dan dia segera memejamkan mata dan meminta permohonan

Jia telat mengucapkan permohonan dan dia sangat kesal. Dia melihat Kai masih memajamkan mata mengucapkan permohonan.

      “ kau mengucapkan permohonan apa Kai sepertinya lama sekali”

     “ hmm… aku meminta kau selalu bahagia saja”

    “ Cuma itu, kenapa tidak untuk kita berdua saja? kenapa harus aku?”

     “ tidak apa-apa, aku hanya ingin itu saja. kamu bahagia”

    “ eh ya, tadi ada sesuatu yang mau aku berikan padamu” Jia mengambil bungkusan “ ini!” jia memberikan pada Kai

     “ apa ini?”

     “ sudah, buka saja dan lihat sendiri”

      Kai membuka dan melihat isi didalamnya ternyata sweter “ ini kau buat sendiri Jia”

     “ iya maaf kalau agakk sedikit jelek”

     Kai memakainya “ tidak ini sangat bagus, pas sekali. gomawo”

Kai mengantar Jia pulang ke rumahnya sebelum dia ke rumah sakit.

     “ sudah masuklah!”

      “ iya baiklah”

saat beberapa lama menuju gerbang jia berhenti dan berlari dan mencium pipi Kai.

     “ selamat malam!” jia segera masuk ke rumahnya.

Kai tersenyum dan pergi. Dia segera menelpon Nana untuk bertemu. Kai sudah tahu Nana mengetahui keadaannya. Tapi, mereka tidak sempat mengobrol tiba-tiba Kai abruk.

Kai mengalami pendarahan pada otaknya. Nana menunggu dengan cemas dia ingin menelpon Jia tapi Kai melarangannya menghubungi Jia. Dia tidak mau Jia mengetahui hal ini Nana menurutinya. Kai memberikan surat dan ponselnya pada Nana untuk diberikan pada Jia sebelum dia masuk ruang UGD. Nana tidak tahan melihatnya dia tidak bisa menyembunyikan ini semua. Dia tidak tahan dan segera menelpon Jia.

Jia sangat menikmati hari ini. jia mendengar ponselnya berbunyi dan segera mengangkatnya.

     “ Nana, tumben menelpon malam-malam begini”

      “ Jia, kau harus datang ke rumah sakit…”

     “ ada apa dengan Kai, kau jangan bercanda Nana. Dia tadi baik-baik saja”

     “ aku serius Kai sekarang kristis cepat kau datang ke rumah sakit”

Ponsel Jia terjatuh dari genggamannya dengan cepat dia berlari menuju rumah sakit. Jia tidak percaya dengan apa yang dia lihat Kai. Nana menceritakan semuanya. Jia terus menunggu di luar UGD. Dokter berusaha semampu mereka untuk menyelamatkan tapi terlambat detak jantungnya makin melemah dan semakin melemah. Dokter mencoba melakukan setruman agar jantung Kai berdetak normal. Semua hal telah dilakukan Kai makin lama makin bertambah kritis dan garis detak jangtung sudah menunjukan garis luru. Kai telah meninggal dunia.

Dokter keluar, Jia dan Nana segera menghampiri dan menanyakan keadaan Kai. Dokter menunjukan ekspresi yang tidak baik dang mengatakan Kai sudah meninggal. Mendengar itu Jia langsung menangis sejadi-jadinya. Dia tidak percaya Kai benar-benar sudah tidak ada didunia ini. mayat kai dibawa keluar dari ruang UGD.

Jia menahan sementara. Dia ingin melihat muka Kai dan menangis. Nana mencoba menenangkan dan menyarankan Jia menerima ini semua dengan ikhlas dan merelakan kai tenang disisi tuhan.

Jia terus berada di pemakaman Kai, Nana bisa memandang dari jauh. Dia teringat dengan sesuatu, ponsel dan surat yang diberikan Kai untuk Jia. Nana menghampiri Jia.

    “ Jia, ini kai memberikannya sebelum dia sekarat”

    “ apa ini?”

   “ mending kamu lihat saja, aku juga tidak tahu”

            Jia membuka ponsel Kai terlebih dahulu. Ada satu video disana Jia membukanya dan menonton video itu. video ini saat dia terlambat datang waktu mereka kencan. Setiap kata yang keluar dari mulut Kai membuat dia makin mengeluarkan air matanya dan dia segera membuka surat dari Kai. Jia mengingat waktu malam itu. dia tahu sekarang kenapa Kai meminta dia selalu bahagiya. Dia segera mengelap air matanya. Dia akan menuruti permintaan Kai akan selalu bahagiya dan tersenyum.

2 minggu kemudian,

 walau Jia masih mengingat kai. Dia berusaha tidak menangis dan terus saja tersenyum. Dia terus saja keatap sekolahnya. Dia mengingat saat dia pertama bertemu dengan Kai ditempat ini. Nana dan Jooyeon datang menghampirinya di atap sekolah seperti biasanya Jooyeon membuat lelucon hingga Jia dan Nana tertawa melihat dia.

      “ Kai, apa kau mengharapkan aku seperti ini” Jia tersenyum dan memandang langit.

The END

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s