Snow Love (Chapter 2)

Title : Snow Love //chap 2
Cast :
You a.k.a Park Yunri/Kwon Hani
Park Jung soo a.k.a Jungsoo/ leeteuk
Lee Junho
Shin hyemi
Kwon Yuri a.k.a Yuri (sahabat Yunri)
Jung Soyeon a.k.a Jessica [temannya Hani]
Sulli [ adiknya Hani]
Lee Taemin
Genre : Romance, Family, sedikit comedy.
Length : Chaptered
Author : Song Hyo Gun a.k.a istrinya jaejoong dan leeteuk, yeojachingu na key. Kekeke~

****

“ Melihatmu yang dulu begitu lucu dan menggemaskan
Mengapa sekarang kau perlahan tumbuh menjadi yeoja yang sangat cantik.
Yodongsaeng kecilku sekarang mulai tumbuh menjadi seorang yeoja yang mampu menggetarkan hati setiap namja. Akankah ada namja lain di hatimu. Selain aku?”
[ Park Jungsoo]

*Part Sebelumnya
“ Jungsoo~ah, yunri~ah, Khajja. Makan dulu”, ujar sang umma memanggil kedua orang itu.
Mereka terjaga dari tidurnya saat mendengar suara wanita yang masih terlihat sangat cantik itu.

“ Nee umma”, jawab mereka serentak seraya beranjak dari duduknya dan berlari menuju tempat umma dan appanya berada.
Sesekali sang kakak laki – laki mengacak – acak rambut yodongsaengnya itu.
“ Oppa, menyebalkan”, ujar yodongsaengnya itu seraya mengerucutkan bibirnya.

~~~~

Author POV.
Sebuah keluarga kecil sedang menikmati liburan akhir pekan mereka di taman istana Joseon. Istana Joseon sekarang adalah tempat wisata bersejarah di korea. Dan keluarga itupun sangat menikmatinya. Bersama kedua anak mereka yang terlihat tampan dan cantik. Mereka sedang menikmati bekal mereka. Seraya berbincang – bincang kecil.

“ Jungsoo oppa”, panggil dongsaeng itu pada oppanya yang bernama Jungsoo seraya menarik – narik kecil lengan oppanya.

“ Waeyo yunri~ah??”, tanya Jungsoo. Seraya mengacak – acak rambut Yunri.
Yunri membenarkan rambutnya yang di acak – acak Jungsoo.

“ Aish, oppa!! harus berapa kali aku bilang aku bilang. Aku bukan anak kecil lagi”, ucapnya memasang wajah kesalnya yang terlihat lucu. Jungsoo malah mencubit pipi Yunri.

“ Aku sudah 15 tahun oppa. Artinya aku sudah remaja”, ujar Yunri seraya berkacak pinggang membanggakan diri.
“ Yaa~, Aku bahkan sudah 19 tahun. Itu tandanya kau masih kecil”, ujar Jungsoo seraya tersenyum jahil pada Yunri.

“ Oppa, aku sudah juara kelas sekarang. Katamu kau akan memberiku hadiah jika aku mendapatkan juara kelas”, ucap yunri seraya mengadahkan tangannya, meminta hadiahnya pada Jungsoo.
“ Ah, Mianhae Yunri~ah, Oppa lupa”, ujar jungsoo membohongi yodongsaengnya itu.

Mendengar jawaban dari Jungsoo, yunri terlihat sedih dan kecewa.
“ Umma, oppa membohongiku”, Yunri mengadu pada sang umma. Yang sedari hanya tersenyum melihat tingkah kedua anaknya itu. Umma hanya bisa mengelus ringan kepala Yunri.
Jungsoo yang dari dulu tidak pernah kuat melihat wajah dongsaengnya yang seperti itu, akhirnya pertahanannya runtuh juga.

“ Aish, sudah hentikan wajah seperti itu! Aku hanya berbohong”, ujar jungsoo seraya meraih tas ransel yang dia bawa dan mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Sebuah kalung yang cantik.
“ Taaraaaaa”, ujar Jungsoo seraya menunjukkan kalung itu pada yunri.
“ Ini untukmu”, ucap Jungsoo lagi.

Yunri terlihat sangat senang dengan hadiah pemberian Jungsoo. Dan segera ingi nmengambilnya dari tangan Jungsoo. Namun, Jungsoo malah menjauhkan kalung itu.

“ Chakaman. Kau lihat dulu”, Jungsoo mengotak – atik kalung itu.

Dan ternyata kalung itu terbagi menjadi dua. Satu bagian berbentuk hati. Dan yang satunya berbentuk butiran krystal salju. Dan jika kedua kalung itu di satukan. Akan terlihat sebuah hati dengan butiran krystal salju yang begitu indah di tengahnya.

“ Kau pakai yang butiran salju ya”, ujar Jungsoo seraya memasangkan kalung yang berbentuk krystal salju pada Yunri. Dan Yunri hanya tersenyum manis.
“ Aku memakai hati ini ”, ujar Jungsoo seraya memasangkan kalung berbentuk hati itu ke lehernya. Jungsoo selesai memasang kalungnya.
“ Oppa, kenapa ada dua?”, tanya Yunri polos seraya membolak – balik liontin kalung itu.

Author POV end
Jungsoo POV

“ Oppa, kenapa ada dua?”, tanyanya polos seraya membolak – balik liontin kalung pemberianku itu.
“ Kalung ini seperti kita Yunri”, Ucapku seraya tersenyum padanya.
“ Seperti kita??”, tanyanya yang masih terlihat bingung. Wajahnya yang terlihat bingung seperti ini lucu sekali.
“ Nee, aku salju untukmu. Dan kau hati untukku”, sepertinya yunri terlihat lebih bingung karena perkataanku barusan. Baiklah sepertinya aku harus menjelaskan secara rinci padanya.

“ Bukankah kau bilang takut salju. Karena salju membuatmu merasa dingin. Dan kau benci sekali dingin. Dan salju juga dengan mudah akan menghilang kalau kita menyentuhnya. Dan kau takut menghilang seperti salju”, ucapku seraya menatap yunri. Appa dan umma hanya memperhatikan kami seraya tersenyum.

Yunri hanya mengangguk. Aku melanjutkan kembali kalimatku.
“ Oppa akan menjadi satu – satunya salju yang akan menghangatkanmu. Dan menjadi satu – satunya salju yang tidak akan pernah menghilang darimu. Selalu bersamamu. Jadi liontin krystal salju itu melambangkan oppa yang akan selalu ada untukmu”, jelasku panjang lebar.

Yunri hanya mengangguk lagi dan tersenyum manis sekali. Sejak kapan dongsaengku ini tumbuh menjadi yeoja yang begitu yeppo?.

“ Lalu kalau yang hati?”, tanyanya lagi padaku.
“ Jelas yang hati adalah dirimu. Pabo!!”, ujarku seraya memukul kecil kepalanya. Dan dia Nampak kesal. Aku suka sekali menjahilinya seperti ini. kekeke~
“ Yaaaaa~~”, yunri berteriak kesal.
“ Hati ini melambangkan hatimu. Dan sekarang hatimu sudah ada padaku. Hatimu akan menjaga oppa. Seperti kalung hati ini yang menjaga butiran salju di dalamnya. Jadi, kau tidak boleh memberikan hatimu pada namja lain. Arraso!!”, ujarku padanya seraya menatapnya tajam.
Dan Yunri hanya mengangguk. Kekke~

Umma tertawa mendengar ucapanku barusan dan akhirnya ikut membuka suara.
“ Yaa, Jungsoo. Kenapa kau seperti itu pada dongsaengmu?”, ujar Umma lembut.
“ Umma, apakah umma tidak lihat Yunri kita sekarang sudah menjadi seorang ahgassi yang yeppo”, ujarku pada umma. Yunri yang mendengar ucapanku barusan malah tersenyum bangga.
“ Aku tidak akan membiarkan satu orang namjapun menyakiti Yunri. Apalagi kalau dia sudah mulai mengenal cinta. Dia pasti tidak akan memperdulikan aku lagi”, kali ini ucapanku lansung membuat umma, appa, dan yunri tertawa. Apakah aku salah?.

“ Kau terlalu berlebihan Jungsoo”, ujar appa seraya mengelus kepalaku.
Dan kami sekeluarga akhirnya malah tertawa bersama. Aku sangat menyukai suasana seperti ini.

Karena aku dan Yunri jarang sekali menghabiskan waktu bersama Appa dan Umma. Itu karena Appa yang sangat sibuk dengan kerajaan bisnisnya. Dan Umma sibuk dengan kerajaan fashionnya. Jadi aku lebih sering menghabiskan waktuku dengan Yunri. Dongsaengku satu satunya. Aku sangat menyayanginya.

Jungsoo POV end.

Yunri POV
Akhirnya aku dan Jungsoo oppa bisa merasakan kehangatan Appa dan Umma. Ya, keluarga kami terkenal sebagai Konglomerat di korea. Appaku memiliki kerajaan bisnis di sini. Keluargaku hampir mengusai 70 % pusat bisnis di korea. Dan ummaku dia adalah perancang busana kenamaan di Korea. Tidak ada yang bisa mengelakkan kemampuan ummaku. Bahkan artis Hollywood sekalipun. Itulah sebabnya aku sangat dekat dengan oppaku. Karena hanya dia yang sering aku temui setiap harinya. Kalau Appa dan Umma mungkin 3 bulan sekali.
Keluargaku terkenal dengan nama Keluarga Joseon. Dan kerajaan bisnis dan fashion kami bernama Joseon Group.

Bahkan aku dan Jungsoo oppa juga terkenal di Korea sebagai penerus kerajaan bisnis Joseon Group. Dan semua orang iri pada kami. Karena banyak sekali orang jahat yang mengincar nyawa kami. Appa terkadang berlebihan hingga menyewa pengawal pribadi untukku dan Jungsoo oppa.

Saat sedang asik berbincang dengan appa, umma dan Jungsoo oppa. Mataku terarah pada sebuah pohon yang begitu indah menurutku. Aku begitu tertarik dengan pohon itu. Aku beranjak dari tempat dudukku melangkahkan kakiku menuju pohon itu. Aku berada tepat di bawah pohon yang indah ini. Entah mengapa aku merasa sangat nyaman berada di dekat pohon ini. Aku menyentuh perlahan batang pohon yang besar ini. Semua penat dan lelah yang ku rasa seolah terserap oleh pohon ini. tiba – tiba ada yang menyentuh pundakku dari belakang. Ternyata Jungsoo oppa.

“ Sedang apa kau di sini?”, tanya jungsoo oppa.
“ Aku menyukai pohon ini oppa. Entahlah dari sekian banyak pohon di taman ini. Aku merasa sangat nyaman sekali berada di bawah pohon ini”, ujarku seraya mengelus – elus batang pohon ini.
“ Kau juga merasakannya?. Aku juga merasakan hal yang sama”, ujar jungsoo oppa. Ternyata Jungsoo oppa juga merasakan hal yang sama. Ada apa dengan pohon ini?.

Tiba – tiba ada seseorang berpakaian seperti penjaga istana Joseon yang menghampiri kami. Seorang kakek. Dia sepertinya mengerti kami tertarik pada pohon ini. Dia nampak sudah cukup berumur. Tapi, entah mengapa aku merasa ada yang aneh dengan kakek ini?.

“ Pohon ini. Menyimpan banyak kisah”, ujar sang kakek seraya mengelus pohon itu juga. Aku dan Jungsoo oppa hanya saling bertatapan bingung.
“ Kalian tahu nama pohon ini?”, tanyanya padaku dan Jungsoo oppa.
Aku dan Jungsoo oppa hanya bisa menggelengkan kepala. Kami tidak tahu.
“ Nama pohon ini. Pohon Yunri”, ujar sang kakek. Bukankah itu namaku?.
“ Itukan namaku. Oh ya kakek. Ini oppaku, namanya Park Jungsoo”, ujarku pada sang kakek seraya memperkenalkan oppaku.
“ Annyeong haseyo”, Jungsoo oppa member salam seraya menundukkan selamanya.
Dan kakek itu hanya tersenyum mendengarnya.

“ Ternyata takdir mempertemukan kalian kembali. Apakah kali ini takdir akan memihak kalian? Dan membiarkan kalian bersama. Sepertinya takdir akan kembali mempermainkan kalian”, ujar sang kakek semakin membuat aku dan Jungsoo oppa bingung.
“ Maksud kakek?”, Jungsoo oppa sepertinya penasaran dengan ucapan sang kakek.

Tapi kakek itu tidak menjawab pertanyaan Jungsoo oppa. Kakek itu kemudian berjalan mendekati aku dan Jungsoo oppa. Kakek itu menyentuh pundakku dan Jungsoo oppa seolah ingin menguatkan kami.

“ Kuatkan hati kalian. Jangan biarkan takdir kembali mempermainkan kalian. Lagi!”, ujarnya padaku dan Jungsoo oppa seraya berjalan pergi meninggalkan kami.
Aku dan Jungsoo oppa masih terdiam berusaha mencerna maksud dari kata – kata sang kakek. Tapi tetap tidak menemukan jawaban apapun.

Jungsoo oppa tersadar terlebih dahulu. Dan kemudian berusaha menyadarkanku yang masih berusaha menemukan arti ucapan kakek tadi. Dan kenapa pohon ini memiliki nama yang sama denganku?.

“ Yunri~ah”, ujar Jungsoo oppa seraya melambai – lambaikan tangannya di depan wajahku.
“ ah nee oppa”, akhirnya aku tersadar dari lamunanku.
“ Mau keliling istana tidak?”, Jungsoo oppa ingin mengajakku berkeliling istana.
“ Nee. Aku mau. Khajja!”, ujarku seraya melingkarkan tanganku ke lengan Jungsoo oppa.
“ Appa! Umma! Kami keliling istana dulu ya”, Jungsoo oppa meminta izin pada appa dan umma. Yah, agar mereka tidak mengkhawatirkan kami.

“ Nee, jaga dongsaengmu baik – baik Jungsoo!”, ujar Appa.
“ OK. Appa”,

Aku dan Jungsoo oppa berkeliling istana Joseon. Istana ini sangat besar dan indah. Lagi – lagi, entah kenapa aku merasa nyaman sekali berada di sini. Aku dan Jungsoo oppa sekarang berada tepat di atas jembatan kecil yang di bawahnya banyak sekali ikan koi yang cantik.
Aku ingin melihat lebih jelas ikan – ikan itu. Aku memutuskan untuk sedikit menaiki pagar jembatan. Tapi, aku melupakan sesuatu. Aku sedang memakai hak tinggi sekarang. Sepatu yang ku pakai jelas membuatku terpeleset. Jungsoo oppa yang melihatku hampir terjatuh dengan sigap berusaha meraih tubuhku agar tidak terjatuh.

#buuuk..
Yah, Jungsoo oppa berhasil menangkap tubuhku. Dan membuat posisi kami begitu dekat sekarang. Aku bisa melihat dengan jelas wajah Jungsoo oppa yang entah mengapa aku baru menyadari dia begitu tampan layaknya seorang pangeran. Untuk beberapa saat aku dan Jungsoo oppa berada dalam posisi itu. Saling bertatapan satu sama lain. Dan….

Deg..Deg.

Ada apa dengan diriku aku merasakan sesuatu yang aneh saat ini. Perasaan yang aneh yang belum pernah aku rasakan. Jantungku tiba – tiba berdetak tidak beraturan.

Tidak mau terlarut dalam perasaan aneh itu lebih lama. Aku segera berdiri. Dan sedikit menyingkirkan tubuhku menjauh dari Jungsoo oppa. Jungsoo oppa hanya terlihat bingung dengan tingkahku.

Jungsoo oppa mendekat ke arahku.
“Apa ada yang sakit??”, Jungsoo oppa terlihat panik. Dia takut aku terluka.
Aku masih terus menatap dalam Jungsoo oppa. Dan jantungku semakin berdegup kencang.
“ Ani oppa, Gwaechana”, jawabku singkat.

Ada apa denganku?? Kenapa ini?? Perasaan apa yang aku rasakan saat ini??

Yunri POV end

Auhtor POV
* Rumah Keluarga Joseon
Akhirnya liburan akhir pekan itupun berakhir. Keluarga kecil itu sekarang kembali ke rutinitas hariannya. Sang appa kembali mengurusi kerajaan bisnisnya di luar negeri. Dan Sang Umma kembali mengurusi kerajaan Fashionnya. Ya, hanya Jungsoo dan Yunri lah yang kembali ke rumah. Rumah keluarga Joseon lebih tepat di sebut Istana daripada Rumah. Rumah keluarga Joseon bahkan memiliki lapanga terbang pribadi dan semua hal yang tidak mungkin di miliki oleh rumah orang korea pada umumnya.*bayangin aja rumah Goo Junpyo kekke~

Jungsoo dan Yunri pulang dengan para pengawal yang sengaja di berikan appa mereka. Pintu gerbang otomatis yang sangat megah menyambut tuan rumahnya. Sungguh sebuah istana jaman sekarang.
Para penjaga itu membukakan pintu mobil untuk Jungsoo dan Yunri. Yunri tertidur karena kelelahan. Jungsoo yang melihat Yunri tertidur berinisiatif menggendong dongsaengnya itu.
Namun, pengawalnya berusaha membantu. Dan Jungsoo menolak.

“ Biarkan aku saja”, ujar Jungsoo pada pengawal itu. Seraya mengangkat tubuh yunri keluar dari mobil dan menggendongnya.

Semua pelayan yang ada di rumah itu menyambut mereka. Mereka semua membungkukkan badannya pertanda memberi hormat pada majikannya. Jungsoo melangkahkan kakinya masuk. Berjalan di antara barisan orang yang bekerja di rumahnya.

Jungsoo membawa Yunri ke kamar Yunri. Kamar Yunri begitu luas dan indah. Sengaja di desain khusus untuk yunri. Jungsoo menidurkan perlahan tubuh yunri ke atas ranjang. Kemudian jungsoo menarik selimut dan menyelimutkannya ke tubuh Yunri. Jungsoo menyingkirkan anak – anak rambut yang menutupi wajah yunri.

Di perhatikannya lekat yodongsaengnya itu.

Author POV end

Jungsoo POV
Aku memperhatikan lekat wajah Yunri yang sedang tertidur. Dia begitu cantik dan lucu saat tertidur. Sesekali dia mengerucutkan bibirnya. Membuat dia terlihat lucu. Seperti putri tidur.
Seperti biasa aku selalu mencium lembut dahinya sebelum dia tertidur.
Aku mencium lembut dahi yodongsaeng kesayanganku ini. Tapi, entah kenapa malam ini ada sesuatu yang berbeda.

Deg..Deg..

Kenapa jantungku berdegup seperti ini pada Yunri??.

Aku memperhatikan kembali wajah Yunri.

“ Melihatmu yang dulu begitu lucu dan menggemaskan
Mengapa sekarang kau perlahan tumbuh menjadi yeoja yang sangat cantik.
Yodongsaeng kecilku sekarang mulai tumbuh menjadi seorang yeoja yang mampu menggetarkan hati setiap namja. Akankah ada namja lain di hatimu. Selain aku?”. Ujarku dalan hati.

Tanpa sadar mataku tertuju pada bibir mungil yunri yang menggemaskan. Aku mendekatkan wajahku ke arahnya. Dan….. belum sempat aku melakukannya.
Aku segera tersadar dari niat gilaku.
“Aish, apa yang ingin kau lakukan jungsoo? Apa kau gila ingin mencium yodongsaengmu sendiri?”, Aku menggerutu pada diriku sendiri.
Mungkin karena lelah. Aku sudah mulai gila sekarang.

Aku memutuskan untuk kembali ke kamarku. Lebih tepatnya, agar aku tidak berbuat gila lagi.
Aku menjatuhkan tubuhku ke ranjangku. Aku menutup wajahku dengan kedua tanganku.
“ Arghhhh. Kau gila Jungsoo!!”, aku mengumpat diriku sendiri.
“ Sepertinya kau harus segera ke Psikiater”, umpatku lagi pada diriku.
Aku menarik selimutku hingga menutupi wajahku. Dengan pikiran yang di penuhi dengan Yunri. Aku akhirnya tertidur.

= TBC =

Sebenarnya perasaan apakah yang sedang di alami Jungsoo dan Yunri??
Lalu bagaimana kisah selanjutnya?.

Yap,yap,,chap 2 kelar juga…
Mianhae kalau part yang ini gak sesuai harapan..kekeke~
Ayo~ RCL..RCL..RCL..

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s