Snow Love (Chapter 1)

Title : Snow Love //chap 1
Cast :
You a.k.a Park Yunri/Kwon Hani
Park Jung soo a.k.a Jungsoo/ leeteuk
Lee Junho
Shin hyemi
KwonYuri a.k.a yuri (sahabat Yunri)
Jung Soyeon a.k.a Jessica [temannya Hani]
Sulli [ adiknya Hani]
Lee Taemin
Genre : Romance, Family, sedikit comedy.
Length : Chaptered
Author : Song Hyo Gun a.k.a istrinya jaejoong dan leeteuk, yeojachingu na key. Kekeke~

********
“Semua ini, akankah membiarkan kita bersama.
Mengapa kita terlahir di dunia ini.
Dunia yang tidak adil bagi kita.
Semoga di kehidupan berikutnya.
Dunia akan memihak pada kita”.
[Park Yunri]
~~~~~

300 tahun yang lalu.
Dinasti Joseon.

Author POV
Josoen adalah sebuah kerajaan besar dengan penduduk yang begitu makmur. Ini di karenakan mereka memiliki raja yang sangat dermawan, bijaksana, dan baik dalam memimpin rakyatnya. Tapi raja ini memiliki keburukan dalam hal wanita. Dia memiliki banyak sekali gundi atau selir. Maka dari itu dia memiliki banyak sekali anak. Akan tetapi, dia telah memiliki seorang putra mahkota yang akan meneruskan tahtanya. Putra mahkota itu bernama Park Jungsoo. Atau lebih akrab di panggil Pangeran Jungsoo. Raja juga terkenal memiliki putri yang sangat cantik hasil pernikahannya dengan gundinya. Tapi gundinya ini tewas saat terjadi pemberontakkan di kerajaan. Namanya Park Yunri. Atau mereka memanggilnya Putri Yunri. Kecantikan Putri Yunri tidak dapat terelakkan lagi. Seluruh penjuru kerajaan mengakui kecantikkannya. Bahkan kecantikkannya terkenal hingga kekerajaan lain.

Raja beserta permaisuri dan seluruh gundi dan anak – anaknya sedang berkumpul di gazebo kerajaan seraya memandang matahari yang tenggelam begitu cantiknya.
“ Lihatlah mereka”, ujar Raja seraya menunjuk ke arah Pangeran Jungsoo dan Putri Yunri yang sedang asik bermain di atas jembatan kecil yang di bawahnya kolam berisi ikan – ikan yang sangat cantik. Mereka terlihat bahagia sekali tertawa bersama seraya sesekali Pangeran Jungsoo terlihat mengusili Putri Yunri.

“ Nee Yang mulia, mereka terlihat sangat bahagia”, ucap permaisuri.

Permaisuri sangat baik hati dan akur dengan para gundi Raja.

“ Aku harap kita bisa merasakan kebahagian ini selamanya. Dan tidak akan terjadi masalah apapun. Melihat mereka tumbuh menjadi anak – anak yang hebat. Dan Jungsoo akan menggantikanku memimpin kerajaan ini”, tutur Raja pada permaisuri serta gundi – gundinya.
“ Benar Yang Mulia”, ucap Permaisuri seraya tersenyum dan mengalihkan pandangannya pada kedua anaknya itu.

Dari semua anak raja dengan gundinya. Pangeran Jungsoo memang paling dekat dengan Putri Yunri. Mereka sering menghabiskan waktu mereka bersama. Berjalan – jalan di pasar. Mengelilingi kerajaan. Bermain di danau yang ada di dalam istana. Dan selalu menghabiskan waktu bersama di bawah pohon favorit mereka seraya menatap matahari tenggelam. Seperti saat ini. Mereka duduk di bawah pohon. Angin perlahan menjatuhkan dedaunan yang mulai menguning. Mereka saling berpegangan tangan. Menyandarkan tubuh mereka ke batang pohon itu. Seraya saling berpandangan untuk beberapa saat.

“ Oppa, kita belum memberikan nama untuk pohon ini”, ujar Putri Yunri seraya mengalihkan pandangannya yang tadi terarah pada dedaunan yang berguguran pada Pangeran Jungsoo.

“ Nee, kau benar Yunri”, ujar Pangeran Jungsoo yang masih asik memandangi dedaunan yang berguguran dari atas pohon itu.

“ Apa kau punya saran oppa?”, tanya Putri Yunri.

Pangeran Jungsoo mengalihkan pandangannya pada Putri Yunri. Ia tidak langsung menjawab pertanyaan dongsaengnya itu. Untuk beberapa saat Pangeran Jungsoo tanpa sadar terpesona pada kecantikan dongsaengnya ini. Dan jantungnya tiba – tiba berdetak kencang. Ia segera tersadar dari keadaan itu. Dan segera menjawab pertanyaan Putri Yunri.

“ Bagaimana kalau pohon Yunri?”, ujar Pangeran Jungsoo seraya tersenyum manis.
Putri Yunri yang melihat senyuman itu. Untuk beberapa saat terhanyut dalam senyuman milik sesorang yang ada di sampingnya ini.

“ Kenapa menggunakan namaku oppa?”, tanya Putri Yunri polos.

“ Bukankah kau pernah bilang ingin menjadi pohon di kehidupan berikutnya. Saat aku bertanya padamu ingin menjadi apa di kehidupan berikutnya?”, ujar Pangeran Jungsoo.

“ Nee oppa”, jawab Putri Yunri seraya memasang tampang innocentnya. Pangeran Jungsoo mengelus lembut kepala dongsaengnya itu.

“ Apa alasannya? Kau belum memberitahuku alasannya hingga kini”, tanya Pangeran Jungsoo penasaran. Putri Yunri kembali mengalihkan pandangannya pada daun – daun yang berguguran.

“ Aku ingin menjadi pohon. Karena pohon akan berada di tempat yang sama sampai kapanpun. Terus tumbuh dari sebuah pohon kecil menjadi pohon yang besar yang kuat. Walau apapun yang terjadi tetap berada di tempat yang sama hingga angin dan hujan membuatnya rapuh dan akhirnya tumbang. Aku ingin terus berada di tempat yang bisa terlihat oleh oppa. Walau oppa pergi sejauh apapun, saat oppa membutuhkanku. Kau bisa kembali ke tempat pertama kau menemukanku. Aku akan selalu ada di sana untukmu. Sampai kapanpun “, ujar Putri Yunhi seraya mengalihkan pandangannya kembali pada oppanya ini.

Pangeran Jungsoo Nampak tertegun mendengar penjelasan dongsaengnya itu. Memang, sejak Ummanya Putri Yunri meninggal Pangeran Jungsoo lah yang selalu ada di sisinya. Membuatnya kembali tegar menjalani hidup. Pangeran Jungsoo tersenyum mendengar ucapan adiknya itu. Kemudian ia beranjak dari duduknya. Ia terlihat sedang mencari sesuatu. Ia menemukan sebuah pecahan guci. Kemudian kembali. Pangeran Jungsoo kemudian menuliskan sesuatu di batang pohon itu.

“ Pohon Yunri, selamanya Jungsoo dan Yunri akan bersama. Baik di kehidupan ini maupun kehidupan berikutnya”, itulah yang di Pangeran Jungsoo di batang pohon itu. Putri Yunri hanya tersenyum memperhatikan Pangeran Jungsoo yang masih mengukir kalimat di pohon itu.

“ Kau masih takut salju?”, tanya Pangeran Jungsoo seraya kembali bersandar pada pohon itu setelah selesai mengukir tulisan itu.

“ Anio oppa. Aku sudah tidak takut lagi. Karena ada kau di sampingku sekarang”, ujar Putri Yunri seraya meraih tangan Pangeran Jungsoo dan menggenggamnya. Pangeran Jungsoo membalas genggaman itu. Dan akhirnya mereka terlelap bersama di bawah pohon itu. Pohon Yunri.

Kedekatan Pangeran Jungsoo dan Putri Yunri perlahan terlihat sudah terlalu jauh. Tidak terlihat seperti hubungan Oppa dengan dongsaengnya lagi. Hubungan mereka semakin terlihat seperti seorang namja dengan yeojanya. Kabarpun dengan cepat meluas dan menyebar ke rakyat. Membuat rakyat resah akan hubungan terlarang mereka. Kabar itupun akhirnya sampai ke telinga Raja. Dan Raja segera merencanakan perjodohan untuk Pangeran Jungsoo.

Ini di lakukan untuk meredam keresahan rakyat. Dan Pangeran Jungsoo menyetujuinya. Itu semua karena.
“ Jungsoo, kau akan memimpin kerajaan ini. Cobalah berpikir sedikit lebih waras!! Ini juga agar Yunri tidak terluka. Kalian tidak akan pernah mungkin bersama!! Arraso!!”, ujar Raja yang dengan sengaja menghampiri Pangeran Jungsoo di kamarnya.

Kabar perjodohan Pangeran Jungsoo dengan Putri Hyemi anak dari kerajaan yang menjalin hubungan dengan Kerajaan Joseon dengan cepat meluas. Dan akhirnya sampai di telinga Putri Yunri. Putri Yunri begitu kecewa. Sampai akhirnya tiba saat pernikahan.

Putri Yunri menghampiri Pangeran Jungsoo yang sudah siap dengan pakaian pernikahannya. Putri Yunri memeluk Pangeran Jungsoo. Pangeran Jungsoo perlahan melepaskan pelukan Putri Yunri. Pangeran Jungsoo menatap Putri Yunri nanar.

“ Oppa, Andwee. Bukankah kita sudah berjanji akan bersama selamanya”, ujar Putri Yunri. Tangisnya meledak seketika.

“ Yunri. Kita akan bersama selamanya. Sebagai Oppa dan yodongsaengnya”, jawab Pangeran Jungsoo lirih. Berusaha menahan tangisnya.

“ Bukan itu yang aku mau oppa. Bukankah kita saling mencintai. Bukan sebagai Oppa dan yodongsaengnya. Tapi sebagai namja dan yeoja. Bukankah kau juga mencintaiku oppa?”, ujar Putri Yunri seraya menarik – narik lengan Pangeran Jungsoo. Pangeran Jungsoo menghempaskan lengan Putri Yunri.

“ Sudahlah Yunri!! Aku akan menikah!!”, bentak Pangeran Jungsoo seraya berjalan pergi meninggalkan Putri Yunri yang tangisnya makin menjadi.
Perlahan air mata Pangeran Jungsoo keluar dari sudut matanya. Hatinya sama sakitnya. Tapi, perasaan mereka adalah salah.

Di pelataran istana pesta pernikahan Pangeran Mahkota Jungsoo di adakan besar – besaran. Semua rakyat terlihat sangat bersemangat menyambutnya.
Pangeran Jungsoo duduk bersanding bersama Putri Hyemi yang terlihat sangat cantik. Dari jauh Putri Yunri menatap mereka dengan tatapan yang tidak bisa tergambarkan. Seorang pengawal memukul gong tanda upacara di mulai. Pangeran Jungsoo dan Putri Hyemi perlahan berjalan mendekati pendeta. Akan tetapi tiba – tiba, Putri Yunri tiba – tiba menarik Putri Hyemi. Dan berteriak.

“ Lepaskan dia. Dia hanya milikku”, ujar Putri Yunri seraya mendorong – dorong tubuh Putri Hyemi. Pengeran Jungsoo berusaha merelai. Kejadian ini sontak membuat semua orang kaget. Putri Yunri terus berusaha meminta Putri Hyemi melepaskan Pangeran Jungsoo.

“ Mwo? Apa kau gila? Kau sakit ya? Dia adalah oppamu. Kalian tidak pernah mungkin bisa bersama. Walau di kehidupan selanjutnya!!”, Bentak Putri Hyemi.
Putri Yunri seketika menemukan puncak amarahnya akibat perkataan Putri Hyemi barusan. Putri Yunri tidak sengaja mendorong Putri Hyemi terlalu keras, hingga membuat kepala putri Hyemi terbentur keras ke dinding. Putri Hyemi seketika langsung tergeletak tak berdaya. Putri Yunri dan Pangeran Jungsoo kaget melihat itu.

“ Yang Mulia. Putri Hyemi sudah tidak bernyawa”, ucap sang tabib. Sontak membuat Appa Hyemi murka kepada Putri Yunri yang telah membunuh anaknya.
“ Kau membunuh putriku!!”, bentak appanya hyemi.
Putri Yunri hanya terdiam dengan wajah ketakutan. Dan pangeran Jungsoo tidak dapat berbuat apa – apa.

Karena kejadian itu Raja Shin yang merupakan appanya Putri Hyemi. Meminta agar Raja Park memberikan hukuman yang setimpal untuk Putri Yunri. Atau kalau tidak, Raja Shin akan mengajukan perang besar – besaran terhadap Joseon. Hukuman yang di inginkan adalah nyawa di balas dengan nyawa. Dengan berat hati Raja Park harus merelakan putrinya itu. Atau kalau tidak rakyatnya yang akan menderita.

Putri Yunri yang sejak kejadian itu sudah mendekam di dalam penjara kerajaan hanya bisa menunggu eksekusinya di lakukan. Dan itu tepat hari ini. Hukuman penggal akan di lakukan. Para pengawal mengeluarkan Putri Yunri dari penjara dan menyeretnya masuk ke dalam kerangkeng kayu yang akan membawanya ke tempat eksekusi. Selama perjalanan, rakyat yang melihat Putri Yunri terus mengumpat dan mengutuknya. Melemparkan segala apapun kea rah kerangkeng. Putri Yunri hanya bisa menangis.

Pangeran Jungsoo yang masih terdiam di kamar akhirnya tidak bisa menahan perasaannya untuk pergi ke tempat eksekusi. Dan dia memacu cepat kudanya.

Tiba di tempat eksekusi. Semua orang telah berkumpul. Termasuk si pemenggal yang bertubuh gemuk dan menyeramkan. Putri Yunri di keluarkan dari kerangkeng. Dan di bawa menuju pelataran eksekusi. Rakyat yang hadir terus mengumpat dan memakinya. Dengan mata yang berlinang air mata Putri Yunri mencari keberadaan Pangeran Jungsoo dan tidak menemukannya. Salju tiba – tiba turun. Putri Yunri kini berada tepat di tempat hidupnya akan di akhiri oleh sebuah kapak yang begitu besar. Putri Yunri menatap langit malam itu yang menurunkan butiran – butiran salju. Dia teringat saat ummanya tewas. Saljupun turun saat itu.

“ Omma, apakah kau ingin menjemputku?? Apakah kita akan bersama sekarang”, ujar Putri Yunri dalam hati.

Pangeran Jungsoo baru tiba di tempat eksekusi. Dia segera turun dari kudanya. Dan mengikatkan kudanya agar tidak lari. Pangeran Jungsoo mencoba menerobos barikade pengawal yang melarangnya mendekat. Tangisnya tumpah seketika melihat yeoja yang dia cintai akan mati di hadapannya. Wajah Putri Yunri yang begitu cantik sekarang terlihat lusuh.

“ YUNRI!!!”, teriak Pangeran Jungsoo seraya terus berusaha menerobos barikade pengawal yang jelas tidak mungkin ia lewati.

Putri Yunri langsung melihat ke arah pangeran jungsoo. Pangeran Jungsoo menangis sejadi – jadinya.
“ Oppa”, ujar Putri Yunri lirih seraya tersenyum pada Pangeran Jungsoo.

“ Eksekusi di mulai!!”, ucap salah seorang pengawal.

“ ANDWEE!!!”, teriak Pangeran Jungsoo.

Putri Yunri terus tersenyum menatap Pangeran Jungsoo. Airmata keluar dari sudut matanya.
Perlahan sang algojo mulai mengayunkan kapaknya dan …….

“ ANDWEE!! YUNRI!!”, kali ini Pangeran Jungsoo benar – benar berteriak histeris.
#Shreeeeekkkk.

Kapak tajam itu berhasil memisahkan kepala Putri Yunri dari tubuhnya. Putri Yunri telah tiada.
Pangeran Jungsoo menangis histeris. Melihat yeoja yang dia cintai mati di depan matanya dengan cara seperti itu. Semua karena pengecutnya dia untuk mengakui perasaannya. Kalau Pangeran Jungsoo juga mencintai Putri Yunri lebih dari seorang yodongsaeng. Semua orang menatap nanar ke arah pangeran jungsoo yang terduduk lemas.

Cinta mereka terlarang. Dan dunia akan menolaknya. Dan mereka tahu itu.
Salju mengiringi kepergian Putri Yunri. Salju juga mengiringi kehancuran hati Pangeran Jungsoo.

Sementara itu salju juga turun di taman istana. Tempat pohon Yunri berada. Pohon Yunri yang tadinya terlihat sangat hangat berubah menjadi sangat dingin. Kembali pada tulisan yang terukir di batang pohon. Yang pernah di ukir Pangeran Jungsoo. Ada tulisan lain yang terukir di pohon itu. Tulisan yang di ukir Putri Yunri sebelum acara pernikahan Pangeran Jungsoo dan Putri Hyemi.

“Semua ini, akankah membiarkan kita bersama.
Mengapa kita terlahir di dunia ini.
Dunia yang tidak adil bagi kita.
Semoga di kehidupan berikutnya.
Dunia akan memihak pada kita”.

Itulah tulisan yang di ukir Putri Yunri. Menggambarkan betapa besar rasa cinta mereka yang tidak akan pernah bersatu.

****

300 tahun kemudian.

Istana Joseon sekarang di jadikan tempat akhir pecan warga korea. Sekarang adalah tahun 2003 #kace’nya keke~.
Sebuah keluarga kecil sedang menikmati akhir pekan mereka. Sang umma sedang membuka bekal yang mereka bawa dan menyiapkannya untuk di santap. Dan sang appa sedang sibuk membaca Koran.
Ada sepasang yeoja dan namja yang sedang tertidur lelap di bawah pohon. Mereka terlihat sekali masih remaja.

“ Jungsoo~ah, yunri~ah, Khajja. Makan dulu”, ujar sang umma memanggil kedua orang itu.
Mereka terjaga dari tidurnya saat mendengar suara wanita yang masih terlihat sangat cantik itu.

“ Nee umma”, jawab mereka serentak seraya beranjak dari duduknya dan berlari menuju tempat umma dan appanya berada.
Sesekali sang kakak laki – laki mengacak – acak rambut yodongsaengnya itu.
“ Oppa, menyebalkan”, ujar yodongsaengnya itu seraya mengerucutkan bibirnya.

= TBC =

Bagaimanakah kisah selanjutnya?
Bisakah takdir memihak pada mereka??
Tunggu kelanjutannya.. kekekee~~
Ayo~ Ayo~ RCL..RCL..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s