Fake Married (ff request) (part 2 – END)

Author : PHR

Tittle : Kawin Kontrak

Genre : Married Live, Romance, NC 17

Cast : Yang Seunho (MBLAQ) and Cho Hyundi

Ini adalah ff requestan. Semoga readers suka dengan ff ini, khususnya untuk Adinda ‘Dinda’.

Happy reading J..

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

(pervious part)

Sekarang dia mulai menaruh bedak di wajahnya, lalu, dia memakai blash on tipis di pipinya, lalu memakai eye shadow berwarna merah jambu dan putih di kelopak matanya, lalu dia memakai eye liner berwarna bening, dan memakai lip gloss berwarna merah muda.

“selesai.”

Tiba – tiba terdengar suara ketukan pintu.

Tok Tok Tok…

“Nee, sebentar” ucap Hyundi seraya berjalan ke pintu rumahnya.

Lalu, setelah sampai, Hyundi membuka pintunya.

CEKLEKKK!!!

Setelah pintu terbuka, dan Hyundi sudah melihat siapa yang datang, ia membelakkan matanya.

“D Dong Dong Donghae!….. hmpppppphhh”

(part 2 – END)

++

Seungho pov

Hyundi kau dimana???? Kenapa kau belum datang????

Aku kebingungan, kenapa sampai sekarang Hyundi belum datang juga. Ada apa dengan dia?? Apa dia sakit??? Tapi, itu tak mungkin. Tadi siang dia baik – baik saja.

CEKLEKK!!

Pintu tiba – tiba terbuka.

“Hyung hyung hyung!!! Gawat!!!!!!” teriak Mir seraya lari berputar mengelilingi sofa yang aku duduki.

“Ya~! Bang Cheolyoung!! Waeyo??” aku menarik baju Mir

“Gawat, hosh gawat 48 hosh hosh hosh. Cho Hyundi hosh” ucap Mir ngosngosan

“Hyundi?? Kenapa dengan Hyundi??” Tanyaku mulai panic

“Tadi, hosh saat aku hosh ingin hosh menitipkan hadiah hosh hosh ulang tahun hosh hosh untuk Hyoeun tapi, hosh saat aku di pertigaan hosh aku melihat hosh hoosh Hyundi di tarik hosh hosh hosh paksa oleh seorang laki – laki hosh.” Jawab Mir yang lagi sesak nafas

“MWOYA??????” kagetku

Nah lo! Benarkah dugaanku ada apa – apa ternyata dengan Hyundi,,, aduh apa yang harus ku lakukan???

“Jenis dan warna mobilnya apa??” Tanyaku

“aku nggak tahu tapi, yang jelas mobilnya itu mobil sport warna biru.” Jawab Mir yang mulai bisa bernafas seperti biasa

++

Aku melajukan mobilku dengan sangat kencang. Aku selalu menengokkan kepalaku ke kanan dan ke kiri. Tapi, hasilnya nihil. Aku tak melihat mobil yang Mir katakan tadi.

Author Pov

Seungho melajukan mobilnya dengan sangat kencang. Ia selalu menengokkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Tapi, hasilnya nihil. Ia tak melihat mobil yang Mir katakan tadi.

#sementara itu dengan Hyundi

Hyundi berada di dalam rumah yang bisa dibilang seperti istanah dan ia masih pingsan. Lalu, di sebelahnya, Donghae sedang memandang wajah Hyundi.

“Mianhae Hyundi-a, aku tak bermaksud melakukan ini padamu. Tapi, sungguh aku tak rela kau menjadi isri namja lain. Walaupun hanya sebats kawin kontrak dengan Seungho si namja jelek itu.” Gumam Donghae seraya membelai wajah Hyundi

 “Saranghaeyo, Cho Hyundi” Dongha tersenyum miris

Lalu, Donghae memberanikan diri mendekati wajah Hyundi dan mencium bibir Hyundi singkat. Saat Donghae menjauhkan bibirnya…..

BRAKKKK!!!!

“YA~!!!! Jangan sentuh Hyundi!!!” Teriak Mir sambil mengeluarkan pisau kayu (?)

“BUAHAHAHAHA, Hei bodoh! Yang kau keluarkan adalah pisau kayu bocah!” Lee Joon menempeleng kepala Mir

“Jinjayo??” Mir baru sadar dan melihat apa yang di pegang tangannya dengan wajah bodoh

“Baiklah sekarang aku sudah memegang pisau yang sebenarnya.” Ucap Mir

“Dan kau Namja yang mirip ikan (?) dan lebih pendek dari ku!! Jangan kau sakiti Hyundi!!” teriak Mir

“Hei! Siapa Yang mau menyakiti Hyundi hah??!!” bentak Donghae

“MWO?? Terus wae kau menculik Hyundi??” Tanya Mir dan Joon

“Mwo? Menculik Hyundi?? Siapa bilang, aku malah ingin menolong Hyundi. Dari pada ia harus menikah kontrak dengan Seungho!” bantah Donghae

“Jinjayo??” Mir berpikir

“Oh ya aku ingat!!! Tapi, tetap saja tau!!” ucap Mir

Lalu, terdengar suara mesin mobil berhenti, dan…

TAP TAP TAP

Seungho lari mendekati Hyundi.

“Hyundi-a, Ireona!!” Seungho mengguncang – guncang tubuh

“Ya~! Kau apakan Hyundi?!!!” teriak Seungho

“Tidak aku apa – apakan kok” ucap Donghae dengan nada santai

++

Singkat cerita, sekarang seungho sudah menikah dengan Hyundi. Tentunya dengan kontrak yang mereka buat.

Hari ini, Seungho dan Hyundi akan menjalakan bulan madu mereka. Mereka akan berbulan madu di pulau Bali.

“Seungho-ya!” Panggil Hyundi

“Nee, waeyo?” Tanya Seungho

“Berapa hari kita di Bali?” Tanya Hyundi

“Mollayo, Mungkin sekitar 1tahun” ucap Seungho asal

“Ya~!!! Aku bertanya YANG SEUNGHO!!” Hyundi manyun

“Molla, yang aku tahu kita berada disini lebih dari 1 jam.” Ucap Seungho asal lagi

“Aigooo!!!! Kalau itu ya, aku tahu. Pabo!!” ucap Hyundi

“Yasudah,, kalau sudah tahu ngapain nanya?” Ucap Seungho seraya mengambil botol minum yang tepat ia pegang di tangan kananya.

“Mendingan sekarang kita langsung ke hotel saja.” Ucap Seungho

“Sebentar aku cek dulu, voucher hotel kita.” Ucap Hyundi, lalu dia langsung membuka tasnya. Tak lama kemudian wajah Hyundi berubah 180 derajat. Mukanya menjadi pucat.

“Waeyo, Hyundi?” Tanya Seungho

“Nghh… Vou Vouch Vouchernya tak ada” jawab Hyundi dengan nada bergetar

“MWO??? Kau bilang apa???!!!!!!” Seungho langsung membelakan matanya

“Huh…. Ya sudah. Ayo cari taksi” ucap Seungho, Hyundi mengangguk

 Seunghopun menyetop sebuah taksi.

“Bisa tolong antarkan kami ke hotel yang paling murah??” Tanya Seungho, supir taksi itu mengangguk.

“Kajja!” Seungho menarik Tangan Hyundi

“Hei!” ucap Hyundi

“Waeyo??” Tanya Seungho

“Wae, harus hotel yang paling murah?” Tanya Hyundi

“Bukannya kamu habis kajian?” lanjut Hyundi

“MWO? Dari mana kau tahu?” Seungho Kaget

“Kemarin itu tanggal 5 bukan?? Dan yang aku tahu kau menerima gaji setiap tanggal 5.” Jawab Hyundi santai

“Nghh… baiklah” ucap Seungho

“Hmm… Maaf saya ganti tujuan di ganti aja sama hotel yang bintang 3” ucap Seungho pada supir taksi, dan supir taksi itu mengangguk mengerti

“Ayo naik!” Seungho menarik tangan Hyundi

15 menit kemudian…

Seungho pov

Akhirnya aku sampai di hotel yang katannya pak supir ini hotel bingtang 3. Memang kelihatan seperti layaknya hotel bintang 3 sih.

++

Kami sampai di depan kamar hotel yang bernomor 123. Lalu, kamipun membuka pintu itu dan masuk ke dalam hotel.

“Akhirnya sampai juga fiuh…” Hyundi menghembuskan nafas seraya duduk di sofa berwarna hitam

“Ya~!! Cho Hyundi kau mau bayar aku berapa hah?? Lihat ini kopermu!” aku melempar kopernya ke tempat sofa tempat ia duduk

“hehe, minhae Seungho-a” dia tersenyum

Aigooo…. Cho Hyundi apa kau mau menggodaku dengan senyuman manismu itu hah???

SEungho tarik nafas… lalu, buang… kau  tak boleh menyukainya. Nee, kau tak boleh menyukainya.

“aku lelah, aku mau tidur. Jangan kau ganggu aku.” Ucapku seraya berjalan menuju tempat tidur.

Hyundi pov

“aku lelah, aku mau tidur. Jangan kau ganggu aku.” Ucapnya seraya berjalan menuju tempat tidur. Dan tak lama kemudian ia memejamkan matanya.

Memang sih kalau diper hatikan, Seungho itu lumayan tampan.AIGOOOOOO!!! apa yang aku katakan tadi?? Apa tadi aku memujinya?? Omona!! CHO HYUNDI, kau harus ingat, kalau kau itu tak boleh menyukai Seungho. Ingat, kau dan dia hanya menikah kontrak. Dan setelah 7 bulan, kau dan dia bukan lagi suami dan istri.

Aku mencari remote TV yang ternyata ada di atas TVnya sendiri. Ternyata saat aku nyalakan langsung tersambung dengan salah satu chanel terkenal di Indonesia. Dari jauh seperti tulisan RCTI, dan aku melihat ada sebuah acara music. Walaupun aku tak tahu apa yang di omogin para hostnya itu. Secara gitu, belajar bahasa aja aku males – malesan. Apa lagi ngertiin orang Indonesia ngomong.

Tapi, yang aku liat ada sekelompok namja yang masuk ke panggung. Ada 9 orang. Sepertinya mereka itu boyband.

++

Aku berjalan keluar kamar hotel. Aku berjalan menuju pantai kuta, yng tepat berada dekat dengan hotelku

Setelah aku sampai aku melihat banyak wistawan asing. Aku juga melihat banyak orang yang berselancar.

“Hyundi-a!!” aku mendengar seseorng memanggilku mungkin itu Seungho

Aku menoleh, dan Bingo!!! Benar itu Seungho.

“Waeyo?” tanyaku saat Seungho sudah berada di depanku

“ani, hanya saja aku lupa menaruh ponselku di mana, apa kau melihat??” tanya Seungho seraya mengatur nafasnya

“Aniyo.” Aku mengelengkan kepalaku

“MWO? Kau tak tahu??” kaget Seungho dan langsung membelokan matanya yang nggak belo (?)

“Nee.” Aku mengangguk

“Jangan – jangan ponselku tertinggal di taxi!!” ucap Seungho

“mungkin” ucapku santai

“Ya~!!!” teriak Seungho dan membuatku kaget

“apa?” tanyaku

“Kau ini! Suami sedang mencaari ponsel juga!!! Pabo” Seungho menempeleng kepalaku.

“Ya~! Kita itu hanya kawin kontrak!!” elakku

“ish! Tapi, tetap saja pabo! Apa kau lupa perjanjian nomor 2? ‘CHO HYUNDI AKAN SELALU BERSIKAP  MANIS PADA YANG SEUNGHO DAN SELALU MEMBANTU YANG SEUNGHO JIKA DALAM KESULITAN!!’” Ucap Seungho

“huh… nee nee nee arrsso!” ucapku kesal

“Kajja!” Seungho menarik tanganku

“Ya~!” aku melepaskan tanganku

“apa lagi?” tanyanya

“jangan pegang – pegang BUKAN MUHRIM” jawabku

“ahhhhh…… terserahlah mau kamu bilang apa.” Ucap Seungho dan tetap menggandeng tanganku

“Hei Hei Hei” ucapku seraya ingin melepaskan tanganku yang masih di pegangnya.

“St….!!!! diam!” bentaknya dan masih memegang tanganku tapi, kini lebih kuat.

Seungho pov

“Hyundi-a!!” panggilku

“Waeyo?” tanyanya saat aku sudah berada di depanku

“ani, hanya saja aku lupa menaruh ponselku di mana, apa kau melihat??” tanyaku seraya mengatur nafasnya

“Aniyo.” Dia mengelengkan kepalanya

“MWO? Kau tak tahu??” aku kaget dan langsung membelokan mataku yang nggak belo (?)

“Nee.” Dia mengangguk

“Jangan – jangan ponselku tertinggal di taxi!!” ucapku mengira – ngira

“mungkin” ucapnya santai

“Ya~!!!” teriakku dan membuatnya kaget

“apa?” tanyanya

“Kau ini! Suami sedang mencaari ponsel juga!!! Pabo” aku menempeleng kepalanya.

“Ya~! Kita itu hanya kawin kontrak!!” elaknya

“ish! Tapi, tetap saja pabo! Apa kau lupa perjanjian nomor 2? ‘CHO HYUNDI AKAN SELALU BERSIKAP  MANIS PADA YANG SEUNGHO DAN SELALU MEMBANTU YANG SEUNGHO JIKA DALAM KESULITAN!!’” Ucapku

“huh… nee nee nee arrsso!” ucapnya kesal

“Kajja!” aku  menarik tangannya

“Ya~!” dia melepaskan tangannya

“apa lagi?” tanyaku

“jangan pegang – pegang BUKAN MUHRIM” jawabnya

BUAKAKAKAKAK apa tadi dia bilang?? Bukan Muhrim??

“ahhhhh…… terserahlah kamu mau bilang apa.” Ucapku dan tetap menggandeng tangan Hyundi

“Hei Hei Hei” ucapnya seraya ingin melepaskan tangannya yang masih di peganganku.

“St….!!!! diam!” bentakkku dan masih memegang tangannnya tapi, kini lebih kuat.

++

Author pov

Sekarang sudah pukul 17.00 tapi, Seungho dan Hyundi belum menemukan ponsel milik Seungho..

“Seungho-a! kita pulang yuk! Aku lelah ingin tidur” ucap Hyundi lemas

“Baiklah kita lanjutkan besok saja. Kajja” Seungho menggandeng tanngan Seungho. Kali ini, Hyundi tidak menolak mungkin karena dia terlalu lelah dan tidak ,memusingkan apa yang Seungho lakukan.

Sesampainya di depan pintu kamar hotelnya..

“Maaf, apa anda yang bernama Yang Seungho?” Tanya seorang yeoja yang sepertinya resepsionis tadi.

“Ya, kenapa ya?” Tanya Sungho

“ini, ponsel bapak tertinggal di meja resepsionis tadi.” Jawab yeoja itu

“Benarkah?” Tanya Seungho

“Ya pak” jawab yeoja itu. Seunghopun mengambil ponselnya dari tangan resepsionis.

“Terimakasih” ucap Seungho

“sama – sama” ucap resepsionis itu dan pergi

“Mwo? Jadi, kita susah – susah mencari,ternyata ponselmu tertinggal di meja resepsionis???” Tanya Hyundi dan memasang wajah tak percaya

Tapi, pertanyaan itu tidak hiraukan oleh Seungho. Seungho langsung membuka pintu kamar dan masuk.

“Ya~! Yang Seungho! Aku bertanya padamu!” ucp Hyundi dan menutup pintu hotel asal

BRAKKK

“Oh, jadi kau tadi bertanya padaku?” Tanya Seungho

“Ish! Jadi, kau kira aku bicara dengan siapa YANG SEUNGHO??!!!” Tanya Hyundi

“dengan tembok” jawab Seungho asal. Hyundi menghampiri Seungho yang sedang tiduran di kasur

“Kau!!!” Hyundi mengambil bantal dan mencoba memukul Seungho tapi,,,

SETTT

Seungho menarik tangan Hyundi dan sekarang tubuh Hyundi tepat di bawah tubuh Seungho.

“Ya~! Yang Seug Seungho!” Hyundi mulai salah tingkah

Tiba – tiba

Chup❤

Seungho mencium bibir Hyundi, awalnya pelan. Tapi, kini Seungho makin menikmati bibir Hyundi

5 menit kemudian..

“Mianhae” Seungho melepaskan bibirnya dari bibir Hyundi

“…”

++

Seungho pov

Aku tidak habis pikir apa yang aku lakukan tadi. Ya tuhan, maafkan hambamu ini*Lebayy..*

Aku duduk di atas sofa dan mengambil remot. Lalu menekan tombol ON.

++

Hyundi pov

Aku duduk di bangku santai tepat di depan pantai. Aku mengingat beberapa saat yang lalu saat Seungho mencium bibirku. Apa dia menyukaiku? Huh… itu tidak mungkin Cho Hyundi, ayo bangun! Mungkin Seungho menciummu, karena ia mengingat matan yeojachingunya yang ia bilang mirip denganmu.

*Flashback*

@pesawat

“Hyundi-a!” panggil Seungho sambil berbisik

“Nee, wae?” tanyaku balas berbisik

“kalau aku boleh jujur, aku memilihmu untuk menjadi istri kontrakku karena wajahmu itu mirip sekali dengan wajah yeojachinguku 4 tahun yang lalu.”

*Flashback End*

++

Seungho pov

Mungkin sebaiknya aku bilang yang sejujurnya pada Hyundi ya? Tapi, kalau aku malah di tolak otte? AISHHH!! Yang Seungho, kau harus gentle.

Huh! Ok sudah ku putuskan aku akan bilang yng sesungguhny pda Hyundi.

++

Aku berjalan menuju toko gaun. Beberapa kemudin aku sampai dan akupun masuk ke toko itu. Setelah masuk aku melihat gaun – gaun yang menurutku lumayan bagus, ngghhh… dan nggak kalah sama butik langganan ummaku di Seoul *Iyalah! INDONESIA gitu loh MERDEKA(?)*

++

Aku sedang berjalan menuju kamar hotelku dengan membawa tas yang berisi gaun yang aku beli tadi. Mudah – mudahan muat dengan badan Hyundi. Dan juga aku membelikan sepatu high heels dan acsesoris untuk Hyundi.

Setelah sampai aku masuk ke dalam kamar hotel dan melihat Hyundi sedang memakan ice cream vanila.

“Hyundi!” panggilku, dia menoleh

“Waeyo?” tanya

“Nanti malam jam 7 aku tunggu di tempat, ini alamatnya” aku memberikan kertas kecil yang bertuliskan alamat yang aku maksud

“dan jangan lupa, pakai ini” aku memberinya tas yang berisi gaun dll

“Mwo?” dia bingung, tapi aku hanya diam dan tidur di kasur

“Ya~! Yang Seungho! Kenapa harus jam 7? Akku ingin menonton sinetron tahu!” ucapnya kesal

“masa bodo” ucapku singkat dan memejamkan mataku

“tck”gumamnya kesal

++

6.45 pm

Aku sudah berada di meja makan di pinggir pantai yang aku desain se kece (?) mungkin.  Aku sudah memakai jas warna hitam dengan baju kemeja yang berwarna putih. Aku juga sudah memastikan kalau wajahku ini sudah setampan Tomingkem (?). eh salh maksudnya To ming se hehe.

15 menit kemudian

Aku melihat Hyundi datang dengan Dress yang aku belikan. Dia terlihat sangat cantik dengan mini dress warna hitam 5 cm di atas lutut. High heels warna silver 7cm, agar ia tidak terlalu pendek *SONGONG. Dan dengan perhiasan yang aku belikan tadi. Dan juga di tanganya  membawa sesuatu. Yang mungkin di beri oleh salah stu pesuruhku.

“Cho Hyundi!” panggilku, ia menoleh. Diapun menghampiriku dan duduk di bngku yang tepat di depanku

*flashback*

Hyundi pov

Sekarang pukul 6.45, aku sudah siap dengan semua yang aku pakai. Ternyata Seungho pintar juga memilihkan dress untuk 100 nilai untukunya. Tapi, 60 untuk High heels ini. Ya ampun Yang Seungho kau  membuatku tersiksa dengan High heels ini. Dan juga 100 untuk perhiasan yang ia belikan. Aku terlihat sangat manis saat memakai perhiasan ini.

++

Aku masuk ke dalam taksi.

“Paman tolong antarkan aku ke sini.” Ucapku sambil mengasih tahu alamat yang di tuliskan Seungho di kertas kesil

 “Baik,” ahjussi itupun melajukan mobilnya.

15 menit kemudian…

Aku sudah sampai, akupun turun dari taksi. Sedangkan taksi itu? Ya pergi.

Akupun melihat sekelilingku. Bukankah ini, pantai? Untuk apa Seungho mengajakku kesini??

Tiba- tiba ada seseorang yang menepuk pundakku, akupun menoleh.

“Apa nona yang bernama Cho Hyundi?” tanyanya

“Ya, kenapa?” tanyaku

“ini dari tuan Seungho, untuk nona” dia memberikanku sebuah kertas yang berbentuk hati dan bertuliskan ‘WILL YOU MARRY ME?’

“Silahkan nona masuk, tuan Seungho sudah menunggu anda.” Ucapnya, aku mengangguk

Akupun masuk ke kawasan pantai. Dan melihat Seungho duduk di sebuah meja makan, dan omona~ Seungho kau tampan sekali. AISHH! Hyundi apa yang kau pikirkan?.

*flashback END*

Author pov

“Apa jawabanmu?” tanya Seungho To The Point

“jawaban? Jawaban untuk apa?” tanya Hyundi

“ngghh.. untuk pertanyatanku yang ada di kertas itu.” Ucap Seungho

“oh, kertas ini. Hmm… gimana ya? Kan kita sudah menikah, masa ia menikah lagi?” ucap Hyundi

“So, jadi jawabanmu itu kau menolakknya?” tanya Seungho

“Mollayo” jawab Hyundi

“Mungkin aku bisa menerimamu” lanjut Hyundi, Seungho tersenyum

“Tapi,…” ucap Hyundi, Seungho menaikan satu alisnya

“Kau kira telah menyiksaku dengan High Heels ini, kau bisa ku terima?” lanjut Hyundi dengan ketus, dan mengambil high heels yang ada di kakinya

“Mianhae” ucap Hyundi

“Aku tak bisa…..”ucap Hyundi, wajah Seunghopun seketika menjadi pucat

“Aku tak bisa menolakmu” lanjut Hyundi sambil tersenyum, wajah Seunghopun menjadi sumringah

“AISHH jinja?” tanya Seungho

“nee” jawab Hyundi, Seunghopun berjalan ke tempat Hyundi dan mencium bibir Hyundi singkat

‘END’

mian, rada2 gaje

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s